BAPAN RI Sorot  Aspal Hotmix di Hamparkan hari Hujan Kualitas Jalan di Pertanyakan Proyek Milik BMCKTR Sumatra Barat.

Sumbar.Pasaman.Ovumnews.com–
Seperti di jelaskan BAPAN RI Datuak safrigon Cinto Kayo Akibat aspal Hotmix yang dihamparkan dihari hari hujan, berakibat kepada mutu jalan itu sendiri  seperti,
Pekerjaan pengaspalan yang dilakukan ketika hari kondisi jalan dalam keadaan basah dan aspal lembab kurang panas karena hujan akan sangat berpengaruh pada konstruksi.

Dengan kata lain, hasil pengaspalan tidak akan bisa maksimal karena daya rekat lapis aspal beton di bawahnya dan aspal yang dihampar basah diguyur hujan.

Akibatnya aspal akan mudah terkelupas dan pecah dalam waktu tidak terlalu lama, atau paling tidak setelah dilewati kendaraan bermuatan berat.

Situasi pengaspalan dalam jalan keadaan basah inilah yang terjadi di ruas jalan  Padang Sawah Pasaman pekerjaan pemeliharaan berkala Kabupaten Pasaman Sumatra Barat. Dengan nilakontrak 6 Milyar pemeliharaan berkala.

Terlihat dari hasil pekerjaan tersebut aspal yang baru siap sihampar kan telah rusak kurang rekan dan terlihat juga aspal kurang menyatu,

Entah disengaja ataupun tidak, atau kurangnya pengawasan dari instasi terkait sehingga pengaspalan di hari hujan dilakukan dalam kondisi aspal basah dan jalan basah, ini telah terjadi apakah tidak ada pengawasan dari dinas terkait.

Seperti penghamparan aspal hotmix di Jalan Provinsi Sumatera Barat ruas Padang Sawah – Kumpulan ketika keberadaan lokasi pekerjaan  hujan tinggi jadi perhatian banyak pihak, warga pun mendesak agar diperbaiki dengan membongkar pekerjaan tersebut ,apakah pihak pengawasan membiarkan pengaspalan di hari hujan tersebut atau pengawas tak ada ditempat dari dinas terkait.

Warga Kecamatan Bonjol mengaku sering melewati ruas jalan yang sedang dikerjakan ini, akan membuat laporan kepada aparat penegak hukum apabila tidak dilakukan perbaikan terhadap pekerjaan yang rusak.

Terpantau pada lokasi pekerjaan sudah ada beberapa aspal yang turun ketika dilewati kenderaan. Aspal pun terasa lunak bisa dicungkil dengan tangan.
masyarakat juga mengatakan pelaksana jalan ini PT.Hariyono dengan nilai kontrak Rp 6.Milyar.

Kepala Dinas BMCKTR Pemprov Sumbar, Erasukma, oleh wartawan dikonfirmasi mengatakan sudah memerintahkan PPK mengecek ke lokasi pekerjaan.
“PPK sedang menuju lokasi pekerjaan,” kata Erasukma, Kamis (8/12/22).
Sementara PPK pekerjaan, Tomi, dari Dinas BMCKTR Pemprov Sumbar, dikonfirmasi belum dapat dihubungi. TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *